Ini Dia 4 Jenis Teknik Pengumpulan Data yang Mudah diterapkan pada Penelitian!

Jenis Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data menjadi tahapan yang sangat penting pada sebuah riset atau penelitian, karena hal tersebut dapat mempengaruhi validitas dan keberhasilan studi. Tanpa data yang akurat dan relevan, hasil penelitian dapat dipertanyakan kehandalannya dan tidak akan memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Memangnya sebegitu pentingnya pengumpulan data dalam penelitian? Jawabannya sederhana: data adalah bukti yang menguatkan argumen dan kesimpulan yang diambil dari sebuah penelitian. Dengan data yang kuat, peneliti dapat memvalidasi hipotesis, menguji teori, atau mengungkap fakta baru yang dapat mengubah pandangan dunia tentang suatu subjek.

Dalam artikel ini, kami akan membahas secara mendalam jenis-jenis teknik pengumpulan data beserta yang umum digunakan dalam penelitian.

Apa itu Teknik Pengumpulan Data?

Sebelum membahas mengenai jenis-jenis teknik pengumpulan data, kamu harus tahu terlebih dahulu apa itu teknik pengumpulan data. Menurut Riduwan pada bukunya yang berjudul “Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula” mengatakan bahwa teknik pengumpulan data adalah sebuah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh seorang peneliti untuk mengumpulkan data penelitiannya.

Hal ini juga dinyatakan oleh Sugiyono dalam bukunya yang berjudul “Metode penelitian pendidikan : Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D” menyatakan bahwa, teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling penting dalam penelitian, karena tujuan utama dari sebuah penelitian adalah mendapatkan data. Jika peneliti tidak mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitinya tidak akan mendapatkan data sesuai dengan standar data yang ditetapkan.

Baca Juga:  Ini Dia Cara Mudah Untuk Memulai Penelitian bagi Pemula!

Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa teknik pengumpulan data adalah sebuah metode yang digunakan oleh seorang peneliti untuk mendapatkan informasi atau data terkait penelitiannya. Bila peneliti tidak mengetahui teknik pengumpulan data untuk penelitiannya, maka bisa saja penelitiannya tidak berjalan dengan lancar atau bisa disebut data tidak valid.

Oleh karena itu, penting bagi seorang peneliti mengetahui teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitiannya.

Jenis-Jenis Teknik Pengumpulan Data

Secara umum teknik pengumpulan data dibagi menjadi 4 jenis yaitu observasi, wawancara, kuesioner serta dokumentasi. Penggunaan teknik pengumpulan data biasanya digunakan secara sendiri-sendiri, akan tetapi tak jarang para peneliti menggabungkan dua atau lebih teknik pengumpulan data tersebut.

Untuk lebih jelasnya mengenai masing-masing teknik pengumpulan data, simak penjelasannya dibawah ini:

1. Observasi

Menurut Basrowi dan Suwandi dalam buku Memahami Penelitian Kualitatif, observasi adalah cara sistematis mencatat tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok yang diteliti langsung di tempat kejadian. Dengan teknik ini, peneliti dapat memahami perilaku manusia, fenomena, atau proses perubahan melalui pencatatan langsung.

Baca Juga:  Ini Dia 3 Jenis Metode Penelitian yang Mudah digunakan!

Metode pengumpulan data observasi terbagi menjadi dua kategori utama:

  1. Participant observation: Peneliti terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.
  2. Nonparticipant observation: Peneliti tidak terlibat langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

2. Wawancara

Menurut Nazir (1988), wawancara adalah proses mendapatkan informasi dengan bertanya-tanya langsung kepada responden. Penggunaan interview guide memandu interaksi tatap muka ini. Wawancara menghasilkan pemahaman mendalam tentang pengalaman, pandangan, atau pengetahuan individu terkait topik penelitian.

Seiring perkembangan teknologi, wawancara dapat dilakukan melalui berbagai media, seperti telepon, email, atau video call melalui Zoom atau Skype. Wawancara terbagi menjadi dua kategori: terstruktur dan tidak terstruktur.

  1. Wawancara terstruktur: Peneliti sudah mengetahui informasi apa yang ingin digali dari narasumber dan telah membuat daftar pertanyaan sistematis.
  2. Wawancara tidak terstruktur: Wawancara bebas tanpa pedoman pertanyaan spesifik, memungkinkan responden menjelaskan dengan lebih bebas.

3. Kuesioner

Angket atau kuesioner, menurut Sugiyono (2017), adalah cara untuk mengumpulkan data melalui pertanyaan tertulis kepada responden. Metode ini efektif untuk mendapatkan jawaban dari sejumlah besar responden. Kuesioner dapat dibagi menjadi dua jenis: terbuka dan tertutup.

  1. Kuesioner terbuka: Memberi kebebasan pada objek penelitian untuk menjawab tanpa batasan.
  2. Kuesioner tertutup: Menyediakan pilihan jawaban yang telah ditentukan.
Baca Juga:  Memahami Variabel Penelitian: Kunci Menuju Penelitian yang Sukses

Beberapa penelitian saat ini juga menerapkan metode kuesioner semi-terbuka, di mana pilihan jawaban diberikan oleh peneliti tetapi memberi ruang bagi objek penelitian untuk menjawab sesuai keinginan mereka.

4. Dokumentasi

Menurut Sugiyono (2017), dokumentasi melibatkan pengumpulan data dari buku, arsip, dokumen, tulisan angka, dan gambar. Peneliti menggunakan sumber-sumber yang sudah ada untuk mendukung hipotesis dan memahami subjek penelitian tanpa perlu observasi atau wawancara langsung.

Dokumen dibedakan menjadi dua jenis: primer dan sekunder.

  1. Dokumen primer: Ditulis oleh orang yang langsung mengalami suatu peristiwa, seperti autobiografi.
  2. Dokumen sekunder: Ditulis berdasarkan laporan atau cerita orang lain, seperti biografi.

Kesimpulan

Dengan demikian, pengumpulan data merupakan inti dari setiap penelitian, membentuk pondasi yang kokoh bagi validitas dan keberhasilan studi. Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel ini, data bukan hanya sekadar sekumpulan angka atau informasi, tetapi merupakan bukti konkret yang memperkuat argumen dan kesimpulan penelitian. 

Melalui teknik-teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, seorang peneliti dapat merinci dan menggali informasi yang mendalam. Oleh karena itu, pemahaman yang baik terhadap teknik pengumpulan data menjadi kunci penting bagi setiap peneliti. 

Dengan data yang akurat dan relevan, penelitian dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan memainkan peran penting dalam mengubah pandangan dunia terhadap suatu subjek.

Konten menarik lain:​
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments