Memahami VCS: Cara Kerja dan Sensasinya

Memahami VCS

Saya mengetahui tentang vcs dari cerita seorang adik. Adik bercerita tentang suaminya yang kecanduan vcs sampai kehidupan rumah tangganya hancur. Cerita ini mendorong rasa penasaran saya tentang sensasi yang ditimbulkan sehingga seorang pria baik-baik bisa kecanduan dan meninggalkan keluarganya. Cerita berikutnya adalah adanya desas-desus bahwa vcs ini sudah mulai merambah ke anak-anak muda. Kondisi ini cukup meresahkan saya sebagai orang yang sangat dekat dengan anak-anak muda.

Akhirnya saya membulatkan tekad untuk mencoba vcs, namun saya tidak mengetahui caranya. Jalan terang akhirnya terbuka setelah secara tiba-tiba di salah satu akun media sosial saya muncul permintaan pertemanan dari orang yang tidak saya kenal. Saya tidak mengenalnya, karena ternyata dia tidak mempunyai teman yang sama dengan saya di media sosial. Postingan orang tersebut menunjukkan tampilan yang provokatif bagi seorang pria normal. Saya merasa bahwa orang ini kemungkinan jalan menuju realisasi riset saya. Jadi saya terima permintaan pertemanan dari dia.

Sejak saya menerima permintaan pertemanan itu maka saya melakukan persiapan. Persiapan pertama adalah membangun personaliti untuk diri saya. Personaliti yang coba saya bangun adalah sebagai pria setengah baya yang kesepian, namun punya pekerjaan yang lumayan baik. Membangun personaliti seperti itu tidak sulit karena itu kondisi yang memang sering saya alami. Metode pengumpulan data yang saya tetapkan adalah dengan metode observasi partisipatif dengan melibatkan diri sendiri. Jadi ini seperti seorang peneliti yang ingin membuat obat, namun obat itu dicobakan dulu untuk dirinya sendiri. Ini terpaksa saya lakukan karena saya tidak punya dana yang cukup untuk membiayai orang yang mau terlibat vcs, namun di sisi lain saya ingin mengetahui bagaimana vcs ini bekerja dan sensasi yang didapatkan. Ini berarti harus benar-benar totalitas dalam menjalani riset ini dan juga harus siap menjadi korban.

Baca Juga:  Ini Dia Sistematika Penulisan Proposal yang Perlu Kamu Tau !

Akhirnya terjadi komunikasi antara kami berdua melalui media sosial. Komunikasi berjalan sangat intensif sampai pada ajakan melakukan vcs. Saya menjadi bersemangat karena ini merupakan saaat yang ditunggu untuk pengumpulan data tentang sensasi apa yang dirasakan saat vcs terjadi. Saya melakukan dengan totalitas. Saya paham risiko yang akan terjadi akibat ini, namun rasa ingin tahu saya mengalahkan pertimbangan logis tersebut. Vcs hanya berlangsung sekitar satu menit dan komunikasi terputus. Setelah beberapa menit muncul ancaman pemerasan dengan sarana vidio rekaman vcs saya tadi. Saya coba penuhi permintaannya, namun setelah itu dia meminta lagi dengan jumlah yang lebih besar. Akhirnya saya menghentikan riset ini karena semua bahan sudah saya peroleh sebagai bahan kajian.

Kelompok rentan yang menjadi sasaran vcs adalah sebagai berikut.

  1. Pria atau wanita setengah baya dengan pekerjaan cukup baik hingga sangat baik dan mempunyai koneksi luas.
  2. Pria atau wanita dewasa yang sering mengupload kondisi-kondisi tentang kondisi rumah tangganya. Kondisi yang dimaksud bisa kelesuan hubungan dan kurang bahagianya dengan hubungan rumah tangganya.
  3. Pria atau wanita segala usia yang sering flexing atau pamer kekayaan di media sosial.
Baca Juga:  Instrumen Penelitian: Panduan Lengkap dan Implementasi dalam Penelitian Ilmiah

Saya meyakinkan diri bahwa saya adalah pria yang sangat kesepian dan perlu hiburan saat berlangsung vcs. Saya berhasil melakukannya dan dampaknya saya sangat menyesali hasil dari vcs tersebut. Hasilnya tidak sesuai harapan seorang pria setengah baya yang sangat kesepian dan perlu hiburan.

Saya meyakinkan diri bahwa saya adalah korban vcs. Saya berhasil melakukannya dan dampaknya saya menjadi sangat cemas. Kecemasan ini sampai menular ke teman-teman di lingkungan saya. Cemas pada dampak setelah vcs ini.

Jadi dapat disimpulkan bahwa vcs dari riset saya hanya menghasilkan penyesalan dan kecemasan. Tidak ada hal baik yang bisa saya temukan saat vcs terjadi maupun sesudahnya. Saya berharap siapapun yang membaca ini bisa menghindari vcs ini dengan cara sebagai berikut.

  1. Hati-hatai dalam menerima permintaan pertemanan dari orang yang tidak dikenal.
  2. Hargai diri sendiri sehingga mampu menghindari pemikiran negatif pada diri sendiri.
  3. Selesaikan masalah pribadi secara langsung dan jangan mengadu pada media sosial tentang kondisi pribadi kita.
  4. Hindari flexing.
Baca Juga:  Analisis SWOT : Pengertian Serta Manfaatnya

Dahulu saya pernah memakai narkoba dan saya bagikan pengalaman pahit tersebut kepada semua orang. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi orang saya kenal mengkonsumsi narkoba untuk keperluan yang dinilai salah secara hukum dan kesehatan.

Saat ini pun saya merasa tergerak untuk membagikan pengalaman riset saya secara praktis kepada pembaca. Bila ada pembaca yang berminat mengetahui lebih mendalam hasil penelitian ini bisa kontak admin kami. Bila ada teman mahasiswa yang ingin menggunakan ini sebagai bahan penelitiannya maka kami akan dengan senang hati berbagi.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan inspirasi penelitian ini.

Konten menarik lain:​
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments