Skripsi

Step By Step Memulai Membuat Skripsi

Skripsi merupakan salah satu penilaian yang dilakukan di tingkatan perguruan tinggi dimana skripsi dijadikan penentu lulus tidaknya seseorang dari perguruan tinggi. Skripsi disajikan sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama menempuh pendidikan sekaligus sebagai bentuk pembaharuan riset sehingga ilmu pengetahuan terus berkembang.

Baca Juga : Apa sih Bedanya Kualitatif dan Kuantitatif ?

Perbedaan jurusan dan topik yang diangkat akan memberikan tantangan tersendiri dalam pengerjaan skripsi. Terkadang terdapat beberapa topik dengan analisis sederhana namun terdapat juga topik dengan tingkat analisis yang tinggi. Selain itu kesiapan teman-teman dalam menghadapi kata-kata revisi, sulitnya menghubungi pembimbing, sulitnya mengatur waktu menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan skripsi. Belum lagi melihat beberapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu menyelesaikan skripsinya.

 Untuk dapat meminimalisir hal tersebut terdapat beberapa hal yang teman-teman dapat persiapkan sebelum memasuki tahap skripsi hingga skripsi terlaksana. Beberapa hal tersebut diantaranya :

Membaca

Membaca merupakan hal mendasar yang sangat penting dilakukan. Mau tidak mau kita harus tetap membaca untuk menambah sumber referensi. Mulailah dengan membaca ringan terlebih dahulu di awal-awal semester sebagai bentuk pengenalan terhadap struktur penulisan dan isiannya. Membaca ini dapat dilakukan saat teman-teman mendapat tugas. Semakin sering kita melihat dan mulai mengingat struktur dari penulisan maka akan memudahkan teman-teman nantinya. Perbanyak juga website yang memuat jurnal-jurnal riset. Hal ini bisa teman-teman lakukan mulai dari awal semester.

Mengamati

Biasanya dalam perkuliahan di semester 3 hingga 7 selain membahas mata kuliah sesuai keilmuan tentunya diselipkan kondisi nyata dilapangan dan kendala yang dialami. Bergerak dari hal tersebut teman-teman dapat mengamati tren yang sedang berkembang dan mulai belajar untuk menganalisis masalah apa yang bisa saja timbul. Selain itu teman-teman dapat mengamati upaya-upaya apa yang telah dilakukan dari suatu penyelesaian masalah. Biasanya dalam menyelesaikan masalah akan dilakukan penyampaian kesimpulan dan rekomendasi saran. Dengan adanya rekomendasi saran tersebtu teman-teman dapat mengembangkan lagi hal apa yang dapat dilakukan.

Baca Juga : Motivasi Kerja untuk Kamu yang Sedang Lelah

Saat teman-teman sedang membaca jurnal, skripi maupun penelitian sejenis mulailah mengamati hal-hal penting seperti metode penelitian, kesimpulan, saran, daftar pustaka, tahun penelitian. Hal ini dapat membantu teman-teman dalam melihat pola penulisan dan sebagai gambaran untuk penelitian teman-teman. Proses pengamatan bukan sebatas mengamati jurnal, mengamati pola kerja dari kakak tingkat selama proses penyusunan skripsinya.

Analisis

Analisis dalam hal ini teman-teman lakukan untuk membantu teman-teman meyakinkan diri apakah pilihan topik ini telah tepat. Analisis dapat teman-teman lakukan menggunakan analisis SWOT. Mungkin teman-teman biasa menggunakan analisis ini dalam hal berbisnis, namun hal ini juga teman-teman dapat lakukan untuk melihat bagaimana topik skripsi yang akan teman-teman ambil. Selanjutnya setelah teman-teman yakin teman-teman dapat mengkonfirmasi kembali ke pembimbing sehingga topik yang diambil dapat dipersiapkan dengan baik. Dengan adanya analisis ini teman-teman dapat langsung menentukan kira-kira sampai batas mana penelitian akan dilakukan dan akan ada opsi-opsi penyelesaian seandainya terdapat kendala saat penelitian berlangsung. Teman-teman juga dapat menemukan jenis analisis lainnya diawal utnuk bisa lebih meyakinkan teman-teman.

Komunikasi

Komunikasi merupakan sebuah tindakan sederhana yang dapat berdampak besar dalam proses penyusunan skripsi teman-teman. Komunikasi dapat dilakukan dengan siapa saja seperti komuniaksi dengan dosen pembimbing terkait topik yang akan di ambil, website terbaik yang dapat di akses, diskusi dengan teman mengenai pandangan kalian terhadap masing-masing topik yang diambil maupun bercerita seputar keluh kesah mengerjakan skripsi tersebut. Dalam hal ini juga teman-teman dapat berkomunikasi dengan keluarga sehingga teman-teman mendapat dukungan dan bantuan sesuai dengan yang teman-teman perlukan. Komunikasi akan memudahkan teman-teman dalam mengurangi rasa ingin tahu dan rasa takut yang mungkin saja teman-teman rasakan. Banyak hal yang dapat dilakukan dengan tetap saling berkomunikasi.

Baca Juga : Ini Dia Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Istirahat

Istirahat biasanya menjadi bagian yang terlewatkan dengan alasan ingin menyelesaikan skripsi lebih cepat. Namun pasalnya memaksakan tubuh bisa menyebabkan teman-teman akhirnya jatuh sakit atau malah tidak menyelesaikan bagian skripsi yang teman-teman kerjakan. Ketika tubuh mengirim sinyal untuk beristirahat ada baiknya teman-teman memberi jeda sejenak kemudia bisa dilanjutkan. Tidak masalah untuk beristirahat karena nantinya setelah beristirahat teman-teman dapat menyelesaikan skripsi dengan lebih maksimal.

Itu tadi beberapa hal mendasar yang teman-teman dapat coba. Semoga dapat membantu teman-teman dalam mempersiapkan dan memulai pembuatan skripsi atau tugas akhir.